Indonesia - English

Mental Tempe

MENTAL TEMPE

 

Banyak orang menyerah ketika usahanya mengalami hambatan diawal awal usahanya. Sekali ada hambatan menyerah, atau dua tiga kali ada hambatan menyerah. Ini yang sering kita sebut mental tempe. Mungkin Anda juga sering membully orang dengan mental tempe tapi Anda tidak menyadari bahwa Anda sendiri juga masih punya mental tempe di bidang bidang yang lain.

Seorang pengusaha teman saya beberapa kali mengalami kesalahan kesalahan dalam menjalankan usaha barunya dan itu membuat Beliau terpaksa membayar ongkos kerugiannya. Ketika saya menanyakan bagaimana jadi perhitungannya. Beliau berkata tidak apa apa pak Paul, anggaplah ini ongkos belajar. Khan usaha ini masih panjang dan masih memiliki banyak sekali peluang untuk berhasil. Jadi kecillah kerugian ini dibanding peluang bisnis yang saya akan dapatkan ke depannya . Inilah mental pengusaha sejati, tidak berpikir untung di depan  saja tapi dia sedang menyiapkan, membangun, menata infrastructure  kesuksesannya di masa depan.

Anak saya punya file tidak bisa di buka di computer saya dan langsung menyerah. Saya kuatir ini gambaran generasi Millenial yang ketika sedikit mengalami hambatan segera menyerah, tidak bisa. Kalau gambarannya seperti ini sangat mengerikan. Beda dengan yang saya alami, berbekal pengetahuan computer saya yang terbatas, tidak secanggih anak saya, tetapi ketika saya mengalami hambatan dengan cara pertama, saya akan upayakan pakai alternative 2, 3, 4 dan seterusnya sampai berhasil dan harus berhasil. Saya tidak akan pernah menghentikan langkah saya sampai saya bisa menyelesaikan tugas itu. Kalau perlu saya tanya mbah google atau teman yang lebih paham untuk mengajari saya. Kenapa tidak? Kenapa diam? Di kamus hidup saya, kata menyerah itu tidak ada. Lebih baik kalah atau gagal setelah mencoba. Menyerah tabu bagi saya.

Ada kisah ketika para murid semalam malaman gagal menangkap ikan.

Lukas 5:5

Simon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga."

 

Para murid telah bekerja keras dengan modal pengalaman, keahlian dan tenaganya semalam malaman dan gagal. Pengalamannya sekian tahun menjadi nelayan tidak mampu menolong mereka menangkap ikan. Sampai segitunya nasib mereka malam itu. Apakah para murid berputus asa? Kalau melihat pernyataan Simon jawabnya "Mereka menyerah kalah". Tetapi perjumpaan mereka dengan Yesus membuat suasana berubah.

Mereka mentaati perintah Tuhan Yesus dan mereka berhasil. Bukan sekedar berhasil tapi kategorinya sangat berhasil.

Belajarlah dalam hidup ini untuk taat pada perintah Tuhan. Jalankan Firman Tuhan karena dengan demikian Tuhan membuat perjalanan kita berhasil. Perjumpaan kita dengan Yesus dan firmanNya akan membuat  mulut dan hati kita mengakui "Tuhan Yesus dahsyat !!!"

 

EPA 07042018

Berita Terkait

Harga Velg Mobil Velg Mobil Modifikasi Mobil Spooring Mobil Finish Balance Harga Ban