Indonesia - English

Merindukan Kehadiran Anak

MERINDUKAN KEHADIRAN ANAK

Setiap keluarga normal tentu merindukan kehadiran anak. Kehadiran anak memang bisa menjadi penambah sukacita suasana dalam rumah tangga, namun tidak semua keluarga bisa menikmati suasana ini. Banyak keluarga bergumul untuk mendapatkan keturunan. Kamipun pernah mengalami selama hampir 7 th tidak memiliki anak. Istri saya sangat menyukai anak jadi suasana ini membuat hatinya sedih berkepanjangan. Sampai sampai setiap kali gereja jadwal penyerahan anak, kami tidak ke gereja tapi jalan jalan ke luar kota, karena kalau dipaksakan ke gereja, pulangnya bisa marah marah tidak karuan. Bagaimana dengan saya, saya juga ingin memiliki anak tapi sikap saya lebih pasrah, Tuhan kasih ya puji Tuhan tidak juga tetap bersyukur, sepertinya alasan saya sangat rohani, tetapi salah. Frequensi saya dan istri dalam kesepakatan belum sama. Kira kira akhir 1999  atau awal tahun 2000 tiba tiba keinginan punya anak saya berubah menjadi iman, bahkan bukan iman biasa, saya merasakan ada karunia iman sehingga saya yakin bisa mendapatkan anak dengan karunia ini. Saya menemukan nats ini menjadi rhema bagi saya :

Matius 7:7-11 (TB) 

7) "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.

8) Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.

9) Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti,

10) atau memberi ular, jika ia meminta ikan?

11) Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya."

 

Jadi saya mendadak memiliki karunia iman yg begitu kuat, saya meminta mencari dan mengetuk secara pro aktif. Dari saya bangun saya berkata "Anak Tuhan" lalu saya ke kamar mandi,  "Anak Tuhan" , keluar kamar mandi  "Anak Tuhan" , makan  "Anak Tuhan" , selesai makan  "Anak Tuhan" , mau berangkat kantor  "Anak Tuhan" , sepanjang perjalanan ke kantor  "Anak Tuhan" , sampai kantor  "Anak Tuhan" , memasuki kantor  "Anak Tuhan" , memulai kerjaan  "Anak Tuhan" mengakhiri pekerjaan  "Anak Tuhan"  .... Terus sampai saya mau tidur lagi saya katakan  "Anak Tuhan" . Entah berapa ribu kali kata  "Anak Tuhan" saya ucapkan dalam sehari, bahkan dalam tidurpun sepertinya kata kata ini otomatis terucap  "Anak Tuhan" . Kebiasaan ini saya lakukan selama 3 bulan tanpa henti henti.

Ini adalah cara mengetok pintu Sorga, tidak henti henti. Kita sudah meminta, harus mencari (berupaya) dan mengetuk. Kalau engkau meminta hanya sekali kali dan engkau tidak mendapatkan lalu kecewa, ini iman kanak kanak. Jangan takut Tuhan marah dengan permintaanmu. Matius 7: 11B Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya." Ini TUhan Yesus sendiri yang ajarkan prinsip meminta, mencari dan mengetuk. Saya yakin prinsip ini bukan hanya berlaku untuk permintaan anak, tetapi bisa untuk apa saja pergumulan kita di marketplace. Ketika suami istri sudah sepakat dalam meminta, mencari dan mengetuk, apapun kesepakatan itu akan terjadi.

Setelah 3 bulan saya berdoa, istri saya terlambat haid, sekitar 1 bulan, tetapi dia tidak berani memerika, takut kecewa lagi, dia minta waktu mundur 2 minggu, setelah lewat 2 minggu, dia minta waktu mundur 2 minggu lagi, jadi dia sudah terlambat sekitar 2 bulan, tetapi dia minat mundur 2 minggu lagi, tetapi saya berkata “Tidak, periksa sekarang!” Ternyata betul positive hamil. TIba tiba saya menjadi speechless, seperti orang bisu, saya beri tanda untuk dia mengucap syukur, setelah Amien, saya baru bisa bicara kembali dan sejak saat itu saya tidak berdoa “Anak Tuhan”, otomatis berhenti tanpa saya sadari juga, apakah mungkin bisu sesaat itu Tuhan buat untuk mencabut perkatanku “Anak Tuhan?” kemungkinan juga demikian, karena tiba tiba saja alam bawah sadar sayapun seketika tidak mengucapkan itu. Tuhan dahsyat. Ingat minta, cari, ketuk secara pro aktif sampai kita mendapatkannya. Berapa lama, tergantuk karunia iman dan Firman Tuhan yang bekerja, izinkan Tuhan memberikan karunia itu pada dirimu, karena Firman Tuhan berkatalah kejarlah….

1 Korintus 14:1 (TB)  Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat.

 

Jadi bagaimana dengan nasehat untuk 2-3 tahun pertama pernikahan jangan dulu memiliki anak sampai kalian siap secra ekonomi? Juga agar kalian punya banyak waktu berduaan dulu? Menurut saya nasehat ini kurang bijak, kalau Tuhan nkasih anak di tahun pertama pernikahan kalian, itu adalah anugerah, jangan ditolak, karena salah satu tujuan berkeluarga adalah memiliki keturunan. Dan setiap anak anak kita, saya percaya Tuhan bukan hanya memberikan anak tetapi akan membuka rejeki untuk kita mampu membesarkan mereka juga, percayalah dan bertindaklah dalam nama Yesus.

EPA 06-03-2018

Berita Terkait

Harga Velg Mobil Velg Mobil Modifikasi Mobil Spooring Mobil Finish Balance Harga Ban